Adapun karamah yang diberikan kepada al-Habib Abdullah bin Alawi
al-Haddad cukup banyak, sehingga kalau diungkapkan satu persatunya, maka
akan membutuhkan waktu yang panjang.
Sehingga kami hanya mengungkapkan
sebagian kecil saja, seperti yang dapat di baca di bawah ini:
Seorang sahabat dekat al-Habib Abdullah berkata: “Pada suatu kali aku
terlilit hutang yang banyak dan aku tidak dapat melunasinya, karena aku
tidak mempunyai uang.
Ketika aku menyampaikan keluhanku kepada al-Habib
Abdullah al-Haddad, maka beliau berkata: ‘Semoga esok pagi semua
hutangmu dapat terlunasi.’ Ternyata keesokan paginya, ada seorang lelaki
memberiku sepuluh potong pakaian.Setelah aku
menerimanya, kemudian akupun menjualnya, maka aku mendapat keuntungan yang lebih besar dari jumlah hutangku, semua itu adalah berkah karamah al-Habib Abdullah al-Haddad.”
menerimanya, kemudian akupun menjualnya, maka aku mendapat keuntungan yang lebih besar dari jumlah hutangku, semua itu adalah berkah karamah al-Habib Abdullah al-Haddad.”
Salah satu sahabat al-Habib Abdullah al-Haddad berkata:
“Salah seorang yang sangat cinta kepada al-Habib Abdullah al-Haddad berkata: ‘Aku pernah dirampok sampai semua hartaku habis. Maka akupun mendatangi al-Habib Abdullah untuk meminta tolong dan minta do’a. Ketika aku akan pamitan, maka ia berkata kepadaku, semoga engkau mendapat ganti yang lebih bagus daripada hartamu yang dirampok.
“Salah seorang yang sangat cinta kepada al-Habib Abdullah al-Haddad berkata: ‘Aku pernah dirampok sampai semua hartaku habis. Maka akupun mendatangi al-Habib Abdullah untuk meminta tolong dan minta do’a. Ketika aku akan pamitan, maka ia berkata kepadaku, semoga engkau mendapat ganti yang lebih bagus daripada hartamu yang dirampok.
Tetapi bacalah
setiap paginya ‘YA RAZZAK’ sebanyak tiga ratus delapan puluh kali dan
do’a sebagai berikut sebanyak empat kali:
“Allahumma Aghninii Bihalaalika ‘An Haraamika, Wa Bithaa’atika ‘An Ma’shiyatika Wa Bifadhlika ‘Amman Siwaak.”
“Allahumma Aghninii Bihalaalika ‘An Haraamika, Wa Bithaa’atika ‘An Ma’shiyatika Wa Bifadhlika ‘Amman Siwaak.”
Maka dengan izin Allah SWA, lelaki itu kembali dalam keadaan yang
lebih baik, karena hidupnya lebih baik dan hutang-hutangnya sudah
terlunasi. Ia termasuk seorang yang shaleh, bertakwa dan wara’. Ia
banyak mengerjakan amal-amal kebajikan, terutama sedekah.
Ia sangat
yakin kepada al-Habib Abdullah dan kepada orang-orang shaleh. Ia wafat
di Kota Syibam pada tahun empat puluh. Semoga Allah SWT merahmatinya dan
menempatkannya di surga-Nya yang sangat luas.”
Selain itu, asy-Syeikh Abdullah Syarahil menceritakan kisah
asy-Syeikh Umar Bahmid sebagai berikut: “Ada seorang datang mengadu
kepada al-Habib Abdullah tentang sakit perut dan darah yang banyak
keluar dari duburnya, dan ketika itu aku ada di sisinya. Maka al-Habib
Abdullah berkata kepadaku: “Wahai Bahmid, obatilah orang ini.
” Maka aku
memegang perutnya, kemudian aku meniupnya. Maka penyakit orang itu
sembuh pada waktu itu juga. Kemudian penyakit orang itu berpindah
kepadaku, sampai aku mengeluh kepada al-Habib Abdullah. Kemudian beliau
memberi makanan kepadaku sambil mengusap perutku dengan tangannya yang
mulia, maka dengan izin Allah SWT penyakitku segera sembuh pada waktu
itu juga.”
Asy-Syeikh Abdullah Syarahil menuturkan, bahwa al-Habib Ahmad berkata
kepadaku: “Aku diberitahu oleh al-Habib Ahmad, bahwa al-Habib Abdullah
al-Haddad berkata kepadanya: “Aku melihat ada seorang yang mengeluh
sakit gigi dan ia minta do’a kesembuhan darimu.”
Maka aku berkata kepadanya: “Mengapa orang itu meminta do’a kepadaku, padahal engkau masih ada di dekatnya?”
Lalu al-Habib Abdullah mengatakan kepadaku: “Laksanakan saja perintahku.”
Maka aku berkata kepadanya: “Mengapa orang itu meminta do’a kepadaku, padahal engkau masih ada di dekatnya?”
Lalu al-Habib Abdullah mengatakan kepadaku: “Laksanakan saja perintahku.”
“Lalu akupun segera melaksanakan perintahnya, hingga penyakit orang
itu sembuh, tetapi rasa sakitnya berpindah pada diriku. Ketika aku
menghadap kepada al-Habib Abdullah, maka beliau memberitahuku: “Pdnyakit
orang itu sudah sembuh, tetapi rasa sakitnya pindah kepadamu.”
“Memang aku merasakan sakitnya orang itu, namun segera hilang dengan berkahnya,” katanya.
“Memang aku merasakan sakitnya orang itu, namun segera hilang dengan berkahnya,” katanya.
Selain itu masih ada lagi kisah karamah yang dialami oleh al-Habib Abdullah sebagai berikut:
“Disebutkan bahwa ketika al-Habib Abdullah pergi menunaikan ibadah
haji, maka ada seekor unta yang melompat-lompat karena emosi, sehingga
tidak seorangpun yang berani mendekati dan menungganginya, karena
lompatannya sangat keras. Ketika al-Habib Abdullah diberitahu tentang
masalah itu, maka beliau mendatangi unta itu dan meletakkan tangannya di
lehernya, maka dengan izin Allah SWT, maka unta itu menundukkan kepala
kepadanya.”
Salah seorang sahabat dekat al-Habib Abdullah al-Haddad berkata:
“Aku diberitahu oleh salah seorang murid yang selalu mengikuti
al-Habib Abdullah al-Haddad: “Pada suatu hari aku keluar untuk
mengunjungi seorang syeikh yang dikenal oleh penduduk Kota Tarim dengan
nama asy-Syeikh Maula ar-Rakah, dan aku kesana tanpa
memberitahu kepada al-Habib Abdullah lebih dahulu, sehingga aku kesana dalam keadaan demam yang sangat keras. Aku berkata dalam diriku sendiri: “Mungkin penyakitku ini disebabkan aku tidak memberitahu kepada al-Habib Abdullah terlebih dahulu.”
memberitahu kepada al-Habib Abdullah lebih dahulu, sehingga aku kesana dalam keadaan demam yang sangat keras. Aku berkata dalam diriku sendiri: “Mungkin penyakitku ini disebabkan aku tidak memberitahu kepada al-Habib Abdullah terlebih dahulu.”
Ketika aku mendatangi al-Habib Abdullah dan mengeluh kepadanya, maka
al-Habib Abdullah mengusap badanku dengan tangannya yang mulia. Dengan
izin Allah dan berkah al-Habib Abdullah penyakitku segera sembuh dan
tidak meninggalkan bekas apapun pada tubuhku.”
Demikianlah sedikit kisah tentang karomah dan kemuliaaan Al-Imam Al-'Alamah Al-'Arif Billah Al-Habib Abdullah Bin Alawi Al Haddad.
Semoga bermanfaat bagi kita semua Aamiin Yaa Robbal 'Aalamiin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar